Minggu, 20 Mei 2012

Keanekaragaman insekta


PRAKTIKUM 4
A.    Judul   : Keanekaragaman insekta
B.     Tujuan :
1.      Melatih mahasiswa mengenai cara- cara pengambilan sampel insekta tanah
2.      Melatih mahasiswa mengidentifikasi insakta tanah
3.      Mengamati dan menghitung keanekaragaman insekta tanah
4.      Mengetahui faktor-faktor lingkungan yang berhubungan dengan keanekaragaman komunitas insekta tanah di masing-masing biotop.

C.     Dasar Teori
Lingkungan tanah merupakan gabungan antara lingkungan biotik dan abiotik. Gabungan dari lingkungan ini menghasilkan suatu wilayah yang dapat dijadikan sebagai tempat tinggal berbagai organisme hidup. Salah satunya adalah organisme yang hidup di tanah baik makrofauna dan mikroorganisme tanah (Rao, 1994).
Salah satu faktor penting dalam menentukan tingkat populasi, keanekaragaman dan aktivitas organisme tanah adalah ketersediaan bahan organik di dalam tanah. Bahan organik dihaslkan oleh tumbuhan melalui proses fotosintesis sehingga unsur karbon (C) merupakan penyusun utama dari bahan organik tersebut. Unsur karbon berada dalam bentuk senyawa-senyawa polisakarida seperti sellulosa, hemiselulosa, dan lignin. Selain itu nitrogen merupakan unsur yang paling banyak terakumulasi dalam bahan organik karena merupakan unsur yang paling penting dalam sel mikroba yang terlihat dalam proses perombakan bahan organik tanah. Ketersediaan bahan organik dan nitrogen tanah dipengaruhi oleh faktor kedalaman tanah. Kadar bahan organik terbanyak ditemukan pada lapisan atas tanah. Semakin ke bawah kadar bahan organik dan nitrogen semakin berkurang. Hal ini disebabkan akumulasi bahan organik terkonsentrasi di lapisan tanah bagian atas.
Makrofauna tanah berperan dalam dekomposisi bahan organik dengan cara menghancurkan jaringan secara fisik dan meningkatkan ketersediaan daerah bagi aktivitas mikroorganisme tanah, mengubah sisa tumbuhan menjadi humus, menggabungkan bahan yang membusuk pada lapisan tanah bagian atas, serta membentuk kemantapan agregat antara bahan organik dan bahan mineral tanah ( Barnes dkk, 1997).
Suhardjono dan Adisoemarto (1997) menjelaskan bahwa makrofauna tanah adalah kelompok binatang yang hidup di dalam tanah yang mempunyai ukuran panjang tubuh > 10,5 mm. Contohnya insekta, Crustaceae,Chilopoda dan  Diplopoda.
Menurut Harahap (1994) di dalam ekosistem baik alami maupun buatan insekta dapat memainkan berbagai peranan penting antara lain : pemakan tumbuhan, parasitoid dan predator pada insekta lain, parasit pada hewan lain, pengurai, penyebukan serta penghasil bahan-bahan berguna bagi manusia.
Pada suatu perkebunan, insekta bisa datang sendiri untuk mencari makan, tetapi kehadirannya itu dapat pula terbawa oleh hewan lain seperti burung. Pada mulanya memang jumlahnya sedikit kemudian menjadi besar manakala kondisi lingkungan sesuai dengan yang diinginkan insekta tadi (Anonim, 1989).
Menurut Soemarwoto (1990) semua organisme mempunyai tingkah laku iritabilitas yaitu daya menanggapi, agaknya merupakan salah satu sifat utama makhluk hidup. Daya ini memungkinkan organisme menyesuaikan diri terhadap lingkungannya, betapapun sederhananya organisme tadi.
Rangsangan dalam bentuk cahaya akan mempengaruhi kegiatan insekta malam. Cahaya juga memberikan informasi vital tentang lingkungannya kepada binatang (Cromer, A.H, 1994).
Makrofauna tanah yang dominan ditemukan di alam adalah insekta. Dalam hal jumlah, insekta melebihi semua hewan melata darat lainnya dan terdapat dimana-mana. Banyak insekta yang melakukan aktivitas hidupnya di tanah baik di permukaan maupun di dalam tanah. Tanah tersebut memberikan suatu pemukiman atau sarang, dimana tanah tersebut diterobos sedemikian rupa sehingga tanah menjadi lebih mengandung udara dan tanah akan diperkaya oleh hasil ekskresi dari tubuh-tubuh insekta yang mati.
Insekta pemakan bahan organik yang membusuk juag membantu mengubah zat-zat yang membusuk itu menjadi zat-zat yang lebih sederhana. Secara tidak langsung insekta tanah telah membantu memperbaiki sifat fisik tanah dan menambah kandungan bahan organik pada tanah. Semut merupakan salah satu kelompok yang paling banyak populasinya dalam genus insekta. Hidupnya berkelompok dan terorganisasi sangat baik. Tatanan organisasi semut meliputi pekerjaan merawat generasi penerusnya, melindungi koloni, memproduksi dan menyimpan makanan serta bertempur untuk melawan hewan tanah lainnya. Semut juga mampu bertahan pada kondisi alam yang sulit.
Insekta adalah makhluk hidup yang paling banyak di dunia, karena itu tak mengherankan bila dimanapun kita berada hampir selalu menemukan mereka. Banyak jenis diantara insekta yang merupakan pengganggu di lingkungan kita akan tetapi tidak sedikit pula yang menguntungkan (Kuncoro, 1984).
Menurut Yasin (1984) insekta merupakan invertebrata yang hidup di tempat kering dan dengan sayapnya dapat terbang, kemampuan terbang menolong insekta dalam mencari makan, bertemu lawan jenis dan dapat menghindarkan diri dari musuh.
Tubuh insekta yang kecil juga memberikan keuntungan yang besar sebab dengan tubuhnya yang kecil mereka dapat mengirit makanan. Sebutir gula-gula sudah mampu menghidupi sekelompok smeut. Keuntungan yang lain adalah insekta mampu berkembangb biak (reproduksi) dengan cepat dan kebanyakan dari mereka mempunyai siklus hidup yang pendek (Putra, 1994).

D.    Alat dan Bahan
Alat-alat dan bahan yang diperlukan dalam praktikum ini antara lain:
a.       Bor tanah atau soil correr
b.      Cetok
c.       Pitfall trap
d.      Soil tester
e.       Termometer tanah
f.       Oven pengering
g.      Furnice mapel (tungku pembakar)
h.      Nampan plastik
i.        Kantong plastik
j.        Formalin 5%
k.      Alkohol 70%

E.     Cara Kerja
Pengambilan sampel
1.      Mengambil sampel hewan tanah pada masing-masing biotop dengan menggunakan perangkap jebak (pitfall trap) yang dipasang pada beberapa tempat.
2.      Memasang pitfall trap pada masing-masing stsiun yang telah ditentukan
3.      Melakukan pengukuran faktor-faktor fisik (suhu tanah,pH, dan kelembaban tanah).

Teknik Observasi
1.      Melakukan sortir tangan pada hasil tangkapan fauna tanah dengan pitfall trap atau hasil ekstraksi dengan bantuan lup atau mikroskop stereo.
2.      Mengidentifikasi mesofauna tanah yang diperoleh minimal sampai tingkat famili dengan menggunakan kunci identifikasi yang sesuai.
3.      Mentabulasi data hasil sampling dari masing kelompok.


F.      Hasil dan Pembahasan
1.      Hasil
Tabel 1. Parameter Lingkungan
Waktu/tanggal pengamatan
parameter
Ket.
Suhu tanah
pH tanah
Kelembaban tanah
17.00
04-06-2011
290C
6
90%
Waktu pemasangan pitfall trap
05.00
05-06-2011
-
-
-
Tidak dilakukan pengukuran suhu, pH dan kelembaban

Tabel 2. Jenis Insekta Yang Diperoleh
Waktu/tanggal Pengamatan
Jenis insekta
Jumlah (Ekor)
05.00
05-06-2011
Semut Merah
68
Rayap
2
Kecoa
2
Kutu
2

2.      Pembahasan
Dari hasil pengamatan, dengan menggunakan perangkap jebak pada lokasi di sekitar damhil diperoleh beberapa jenis insekta (Tabel 2). Jumlah semut merah yang banyak dalam perangkap di sebabkan karena umpan yang dimasukkan dalam jebakan menggunakan larutan yang manis dimana dalam praktikum ini yang digunakan adalah Fanta. Inilah yang menarik semut-semut tersebut masuk ke dalam perangkap. Semut merupakan makrofauna yang keberadaanya sesaat (exotic).
Sedikitnya insekta tanah yang ditemukan di lokasi ini menunjukkan bahwa lokasi ini kurang baik atau kurang menguntungkan bagi kehidupan insekta. Dimana tanahnya berpasir serta lebih banyak bahan anorganik dari pada bahan organik yang sangat diperlukan untuk kelangsungan hidup organisme tanah tersebut. Selain itu, kurangnya insekta tanah dilokasi ini kemungkinan disebabkan karena seringnya dilakukan pembakaran sampah, serta banyaknya bahan anorganik yang menghambat proses dekomposisi sehingga kadar nitrogen yang diperlukan oleh insekta tanah juga berkurang.
Faktor-faktor lingkungan yang mempengaruhi hewan-hewan tanah tersebut diantaranya adalah faktor fisika dan kimia lingkungan tempat hidupnya. Faktor fisik atau faktor lingkungan yang ikut berpengaruh yaitu kelembaban udara, suhu serta pH tanah. Karena praktikum ini untuk mengamati insekta yang aktif pada malam hari, maka faktor cahaya juga mempengaruhi jumlah insekta dilokasi ini. Dimana keberadaan insekta malam tidak lepas dari faktor lingkungan antara lain pengaruh cahaya atau sinar.
Diversitas makrofauna yang aktif di permukaan tanah pada musim hujan menunjukkan hubungan yang nyata dengan C-organik tanah dan rasio C/N tanah, tetapi pada musim kemarau hubungan tersebut tidak terlihat. Perbedaan ini disebabkan keberadaan makrofauna yang aktif di permukaan sangat cepat berubah, baik populasi maupun keanekaragamannya. Makrofauna permukaan tanah terdiri dari makrofauna yang asli disitu (natric) dan makrofauna yang hanya sesaat keberadaannya di daerah tersebut (exotic). Sementara itu pada musim kemarau diversitas makrofauna yang aktif di permukaan tanah tidak menunjukkan hubungan yang nyata dengan kualitas tanah. Hal ini disebabkan pada musim kemarau makrofauna tanah yang aktif dipermukaan di dominasi oleh makrofauna yang keberadaanya sesaat (exotic). Umumnya diversitas makrofauna yang aktif dipermukaan tanah tidak menunjukkan hubungan yang nyata dengan kualitas tanah.
Diversitas makrofauna yang aktif dalam tanah, di musim hujan maupun kemarau, berhubungan erat dengan pH, C-organik, rasio C/N dan kadar air tanah gambut. Keanekaragaman makrofauna meningkat dengan meningkatnya pH tanah. pH tanah menentukan komposisi dan jenis fauna (Suin, 1997). Diversitas fauna yang aktif dalam tanah juga berhubungan erat dengan C-organik. Semakin meningkatnya kandungan C-organik pada tanah gambut justru menurunkan diversitas makrofauna yang aktif dalam tanah. Ini menunjukkan bahwa semakin matang dekomposisi gambut semakin meningkat diversitas makrofauna yang aktif dalam tanah. Makrofauna tanah umumnya merupakan konsumen sekunder yang tidak dapat memanfaatkan bahan organik kasar/seresah secara langsung, melainkan yang sudah dihancurkan oleh jazad renik tanah (Soepardi, 1983). Karena itu, diversitas makrofauna tanah berhubungan negatif dengan rasio C/N. Semakin tinggi rasio C/N tanah semakin rendah diversitas. Bahan organik yang terdekomposisi lebih lama (rasio C/N kecil) akan meningkatkan populasi makrofauna dalam tanah. Priyadarsini (1999) menyatakan bahwa fauna tanah umumnya menyukai bahan organik kualitas tinggi (bahan organik dengan rasio C/N rendah).
Hubungan diversitas makrofauna dengan kadar air tanah menunjukkan bahwa semakin tinggi kadar air semakin rendah diversitas makrofauna. Bahan organik dengan kadar air tinggi merupakan bahan organik yang belum terdekomposisi lama (belum matang). Rasmadi dan Kurnain (2004) menyatakan bahwa gambut yang kurang matang mampu menahan air lebih besar dibandingkan gambut yang telah matang. Makrofauna yang berpotensi sebagai bioindikator kualitas tanah gambut adalah populasi cacing, biomasa cacing, populasi semut dan Polydesmidae (milipida). Populasi cacing tanah, semut dan milipida berhubungan positif dengan pH. Semut juga berpotensi sebagai bioindikator kualitas tanah, dan mampu hidup pada rentang pH yang lebih besar dibandingkan cacing tanah. Meskipun demikian, dengan meningkatnya pH tanah gambut populasi semut juga meningkat. Milipeda berhubungan positif dengan kadar air, pH, C-organik, N total tanah gambut. Hal ini menjelaskan bahwa milipida mampu hidup pada tanah gambut dengan bahan organik tinggi. Milipeda membantu dekomposisi bahan organik. Kelimpahannya sangat tergantung pada keberadaan bahan organik (Maftu’ah, 2002). Menurut Tian (1992) milipeda berperan besar dalam pelepasan N dari bahan organik dengan rasio C/N tinggi (bahan organik kualitas rendah).
Makrofauna tanah sangat besar peranannya dalam proses dekomposisi, aliran karbon, redistribusi unsur hara, siklus unsur hara, bioturbasi dan pembentukan struktur tanah (Anderson, 1994).

G.    Kesimpulan
Dari hasil pengamatan hanya diperoleh 2 ekor kecoa dan 2 jenis insekta lain (rayap dan kutu) serta banyak juga semut yang masuk dalam perangkap karena umpan yang diberikan menarik semut untuk masuk kedalam perangkap tersebut. Selain itu dipengaruhi juga oleh faktor fisik seperti suhu, kelembaban tanah, dan pH serta cahaya atau sinar (untuk insekta malam).

H.    Jawaban Tugas
DAFTAR PUSTAKA

Phan,S.M.2007.Populasi Organisme Tanah.Online.Tersedia di http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/7777/1/09E00503.pdf.diakses tanggal 6 Juni 2011
Rahmadi,Cahyo.2003.Keanekaragaman Arthropoda tanah.Online.Tersedia di http://elib.pdii.lipi.go.id/katalog/index.php/searchkatalog/downloadDatabyId/5046/5047.pdf.diakses tanggal 6 Juni 2011
Team teaching. 2011.Penuntun Praktikum Ekologi. Gorontalo. UNG


Tidak ada komentar:

Posting Komentar