PRAKTIKUM
4
A. Judul : Keanekaragaman insekta
B. Tujuan :
1. Melatih
mahasiswa mengenai cara- cara pengambilan sampel insekta tanah
2. Melatih
mahasiswa mengidentifikasi insakta tanah
3. Mengamati
dan menghitung keanekaragaman insekta tanah
4. Mengetahui
faktor-faktor lingkungan yang berhubungan dengan keanekaragaman komunitas
insekta tanah di masing-masing biotop.
C. Dasar
Teori
Lingkungan tanah
merupakan gabungan antara lingkungan biotik dan abiotik. Gabungan dari
lingkungan ini menghasilkan suatu wilayah yang dapat dijadikan sebagai tempat
tinggal berbagai organisme hidup. Salah satunya adalah organisme yang hidup di
tanah baik makrofauna dan mikroorganisme tanah (Rao, 1994).
Salah satu faktor
penting dalam menentukan tingkat populasi, keanekaragaman dan aktivitas organisme
tanah adalah ketersediaan bahan organik di dalam tanah. Bahan organik dihaslkan
oleh tumbuhan melalui proses fotosintesis sehingga unsur karbon (C) merupakan
penyusun utama dari bahan organik tersebut. Unsur karbon berada dalam bentuk
senyawa-senyawa polisakarida seperti sellulosa, hemiselulosa, dan lignin.
Selain itu nitrogen merupakan unsur yang paling banyak terakumulasi dalam bahan
organik karena merupakan unsur yang paling penting dalam sel mikroba yang
terlihat dalam proses perombakan bahan organik tanah. Ketersediaan bahan
organik dan nitrogen tanah dipengaruhi oleh faktor kedalaman tanah. Kadar bahan
organik terbanyak ditemukan pada lapisan atas tanah. Semakin ke bawah kadar
bahan organik dan nitrogen semakin berkurang. Hal ini disebabkan akumulasi
bahan organik terkonsentrasi di lapisan tanah bagian atas.
Makrofauna tanah
berperan dalam dekomposisi bahan organik dengan cara menghancurkan jaringan
secara fisik dan meningkatkan ketersediaan daerah bagi aktivitas mikroorganisme
tanah, mengubah sisa tumbuhan menjadi humus, menggabungkan bahan yang membusuk
pada lapisan tanah bagian atas, serta membentuk kemantapan agregat antara bahan
organik dan bahan mineral tanah ( Barnes dkk, 1997).
Suhardjono
dan Adisoemarto (1997) menjelaskan bahwa makrofauna tanah adalah kelompok
binatang yang hidup di dalam tanah yang mempunyai ukuran panjang tubuh >
10,5 mm. Contohnya insekta, Crustaceae,Chilopoda dan Diplopoda.
Menurut Harahap (1994) di dalam
ekosistem baik alami maupun buatan insekta dapat memainkan berbagai peranan
penting antara lain : pemakan tumbuhan, parasitoid dan predator pada insekta
lain, parasit pada hewan lain, pengurai, penyebukan serta penghasil bahan-bahan
berguna bagi manusia.
Pada suatu perkebunan, insekta bisa
datang sendiri untuk mencari makan, tetapi kehadirannya itu dapat pula terbawa
oleh hewan lain seperti burung. Pada mulanya memang jumlahnya sedikit kemudian
menjadi besar manakala kondisi lingkungan sesuai dengan yang diinginkan insekta
tadi (Anonim, 1989).
Menurut Soemarwoto (1990) semua
organisme mempunyai tingkah laku iritabilitas yaitu daya menanggapi, agaknya
merupakan salah satu sifat utama makhluk hidup. Daya ini memungkinkan organisme
menyesuaikan diri terhadap lingkungannya, betapapun sederhananya organisme
tadi.
Rangsangan
dalam bentuk cahaya akan mempengaruhi kegiatan insekta malam. Cahaya juga
memberikan informasi vital tentang lingkungannya kepada binatang (Cromer, A.H,
1994).
Makrofauna
tanah yang dominan ditemukan di alam adalah insekta. Dalam hal jumlah, insekta
melebihi semua hewan melata darat lainnya dan terdapat dimana-mana. Banyak
insekta yang melakukan aktivitas hidupnya di tanah baik di permukaan maupun di
dalam tanah. Tanah tersebut memberikan suatu pemukiman atau sarang, dimana
tanah tersebut diterobos sedemikian rupa sehingga tanah menjadi lebih
mengandung udara dan tanah akan diperkaya oleh hasil ekskresi dari tubuh-tubuh
insekta yang mati.
Insekta
pemakan bahan organik yang membusuk juag membantu mengubah zat-zat yang
membusuk itu menjadi zat-zat yang lebih sederhana. Secara tidak langsung
insekta tanah telah membantu memperbaiki sifat fisik tanah dan menambah
kandungan bahan organik pada tanah. Semut merupakan salah satu kelompok yang
paling banyak populasinya dalam genus insekta. Hidupnya berkelompok dan terorganisasi
sangat baik. Tatanan organisasi semut meliputi pekerjaan merawat generasi
penerusnya, melindungi koloni, memproduksi dan menyimpan makanan serta
bertempur untuk melawan hewan tanah lainnya. Semut juga mampu bertahan pada
kondisi alam yang sulit.
Insekta adalah
makhluk hidup yang paling banyak di dunia, karena itu tak mengherankan bila
dimanapun kita berada hampir selalu menemukan mereka. Banyak jenis diantara
insekta yang merupakan pengganggu di lingkungan kita akan tetapi tidak sedikit
pula yang menguntungkan (Kuncoro, 1984).
Menurut Yasin
(1984) insekta merupakan invertebrata yang hidup di tempat kering dan dengan
sayapnya dapat terbang, kemampuan terbang menolong insekta dalam mencari makan,
bertemu lawan jenis dan dapat menghindarkan diri dari musuh.
Tubuh insekta yang kecil juga memberikan keuntungan yang besar sebab dengan
tubuhnya yang kecil mereka dapat mengirit makanan. Sebutir gula-gula sudah
mampu menghidupi sekelompok smeut. Keuntungan yang lain adalah insekta mampu
berkembangb biak (reproduksi) dengan cepat dan kebanyakan dari mereka mempunyai
siklus hidup yang pendek (Putra, 1994).
D. Alat
dan Bahan
Alat-alat
dan bahan yang diperlukan dalam praktikum ini antara lain:
a. Bor
tanah atau soil correr
b. Cetok
c. Pitfall
trap
d. Soil
tester
e. Termometer
tanah
f. Oven
pengering
g. Furnice
mapel (tungku pembakar)
h. Nampan
plastik
i.
Kantong plastik
j.
Formalin 5%
k. Alkohol
70%
E. Cara
Kerja
Pengambilan
sampel
1. Mengambil
sampel hewan tanah pada masing-masing biotop dengan menggunakan perangkap jebak
(pitfall trap) yang dipasang pada beberapa tempat.
2. Memasang
pitfall trap pada masing-masing stsiun yang telah ditentukan
3. Melakukan
pengukuran faktor-faktor fisik (suhu tanah,pH, dan kelembaban tanah).
Teknik
Observasi
1. Melakukan
sortir tangan pada hasil tangkapan fauna tanah dengan pitfall trap atau hasil
ekstraksi dengan bantuan lup atau mikroskop stereo.
2. Mengidentifikasi
mesofauna tanah yang diperoleh minimal sampai tingkat famili dengan menggunakan
kunci identifikasi yang sesuai.
3. Mentabulasi
data hasil sampling dari masing kelompok.
F. Hasil
dan Pembahasan
1. Hasil
Tabel 1. Parameter
Lingkungan
|
Waktu/tanggal
pengamatan
|
parameter
|
Ket.
|
||
|
Suhu
tanah
|
pH
tanah
|
Kelembaban
tanah
|
||
|
17.00
04-06-2011
|
290C
|
6
|
90%
|
Waktu
pemasangan pitfall trap
|
|
05.00
05-06-2011
|
-
|
-
|
-
|
Tidak
dilakukan pengukuran suhu, pH dan kelembaban
|
Tabel
2. Jenis Insekta Yang Diperoleh
|
Waktu/tanggal
Pengamatan
|
Jenis
insekta
|
Jumlah
(Ekor)
|
|
05.00
05-06-2011
|
Semut
Merah
|
68
|
|
Rayap
|
2
|
|
|
Kecoa
|
2
|
|
|
Kutu
|
2
|
2. Pembahasan
Dari
hasil pengamatan, dengan menggunakan perangkap jebak pada lokasi di sekitar
damhil diperoleh beberapa jenis insekta (Tabel 2). Jumlah semut merah yang banyak
dalam perangkap di sebabkan karena umpan yang dimasukkan dalam jebakan
menggunakan larutan yang manis dimana dalam praktikum ini yang digunakan adalah
Fanta. Inilah yang menarik semut-semut tersebut masuk ke dalam perangkap. Semut
merupakan makrofauna yang keberadaanya sesaat (exotic).
Sedikitnya
insekta tanah yang ditemukan di lokasi ini menunjukkan bahwa lokasi ini kurang
baik atau kurang menguntungkan bagi kehidupan insekta. Dimana tanahnya berpasir
serta lebih banyak bahan anorganik dari pada bahan organik yang sangat
diperlukan untuk kelangsungan hidup organisme tanah tersebut. Selain itu, kurangnya
insekta tanah dilokasi ini kemungkinan disebabkan karena seringnya dilakukan
pembakaran sampah, serta banyaknya bahan anorganik yang menghambat proses
dekomposisi sehingga kadar nitrogen yang diperlukan oleh insekta tanah juga
berkurang.
Faktor-faktor
lingkungan yang mempengaruhi hewan-hewan tanah tersebut diantaranya adalah
faktor fisika dan kimia lingkungan tempat hidupnya. Faktor
fisik atau faktor lingkungan yang ikut berpengaruh yaitu kelembaban udara, suhu
serta pH tanah. Karena praktikum ini untuk mengamati insekta yang aktif pada
malam hari, maka faktor cahaya juga mempengaruhi jumlah insekta dilokasi ini.
Dimana keberadaan insekta malam tidak lepas dari faktor lingkungan antara lain
pengaruh cahaya atau sinar.
Diversitas
makrofauna yang aktif di permukaan tanah pada musim hujan menunjukkan hubungan
yang nyata dengan C-organik tanah dan rasio C/N tanah, tetapi pada musim
kemarau hubungan tersebut tidak terlihat. Perbedaan ini disebabkan keberadaan
makrofauna yang aktif di permukaan sangat cepat berubah, baik populasi maupun
keanekaragamannya. Makrofauna permukaan tanah terdiri dari makrofauna yang asli
disitu (natric) dan makrofauna yang hanya sesaat keberadaannya di daerah
tersebut (exotic). Sementara itu pada musim kemarau diversitas makrofauna yang
aktif di permukaan tanah tidak menunjukkan hubungan yang nyata dengan kualitas
tanah. Hal ini disebabkan pada musim kemarau makrofauna tanah yang aktif
dipermukaan di dominasi oleh makrofauna yang keberadaanya sesaat (exotic).
Umumnya diversitas makrofauna yang aktif dipermukaan tanah tidak menunjukkan
hubungan yang nyata dengan kualitas tanah.
Diversitas
makrofauna yang aktif dalam tanah, di musim hujan maupun kemarau, berhubungan
erat dengan pH, C-organik, rasio C/N dan kadar air tanah gambut. Keanekaragaman
makrofauna meningkat dengan meningkatnya pH tanah. pH tanah menentukan
komposisi dan jenis fauna (Suin, 1997). Diversitas fauna yang aktif dalam tanah
juga berhubungan erat dengan C-organik. Semakin meningkatnya kandungan
C-organik pada tanah gambut justru menurunkan diversitas makrofauna yang aktif
dalam tanah. Ini menunjukkan bahwa semakin matang dekomposisi gambut semakin
meningkat diversitas makrofauna yang aktif dalam tanah. Makrofauna tanah
umumnya merupakan konsumen sekunder yang tidak dapat memanfaatkan bahan organik
kasar/seresah secara langsung, melainkan yang sudah dihancurkan oleh jazad
renik tanah (Soepardi, 1983). Karena itu, diversitas makrofauna tanah
berhubungan negatif dengan rasio C/N. Semakin tinggi rasio C/N tanah semakin
rendah diversitas. Bahan organik yang terdekomposisi lebih lama (rasio C/N
kecil) akan meningkatkan populasi makrofauna dalam tanah. Priyadarsini (1999)
menyatakan bahwa fauna tanah umumnya menyukai bahan organik kualitas tinggi
(bahan organik dengan rasio C/N rendah).
Hubungan
diversitas makrofauna dengan kadar air tanah menunjukkan bahwa semakin tinggi kadar
air semakin rendah diversitas makrofauna. Bahan organik dengan kadar air tinggi
merupakan bahan organik yang belum terdekomposisi lama (belum matang). Rasmadi
dan Kurnain (2004) menyatakan bahwa gambut yang kurang matang mampu menahan air
lebih besar dibandingkan gambut yang telah matang. Makrofauna yang berpotensi
sebagai bioindikator kualitas tanah gambut adalah populasi cacing, biomasa
cacing, populasi semut dan Polydesmidae (milipida). Populasi cacing tanah,
semut dan milipida berhubungan positif dengan pH. Semut juga berpotensi sebagai
bioindikator kualitas tanah, dan mampu hidup pada rentang pH yang lebih besar
dibandingkan cacing tanah. Meskipun demikian, dengan meningkatnya pH tanah
gambut populasi semut juga meningkat. Milipeda berhubungan positif dengan kadar
air, pH, C-organik, N total tanah gambut. Hal ini menjelaskan bahwa milipida
mampu hidup pada tanah gambut dengan bahan organik tinggi. Milipeda membantu
dekomposisi bahan organik. Kelimpahannya sangat tergantung pada keberadaan
bahan organik (Maftu’ah, 2002). Menurut Tian (1992) milipeda berperan besar
dalam pelepasan N dari bahan organik dengan rasio C/N tinggi (bahan organik
kualitas rendah).
Makrofauna
tanah sangat besar peranannya dalam proses dekomposisi, aliran karbon,
redistribusi unsur hara, siklus unsur hara, bioturbasi dan pembentukan struktur
tanah (Anderson, 1994).
G. Kesimpulan
Dari
hasil pengamatan hanya diperoleh 2 ekor kecoa dan 2 jenis insekta lain (rayap
dan kutu) serta banyak juga semut yang masuk dalam perangkap karena umpan yang
diberikan menarik semut untuk masuk kedalam perangkap tersebut. Selain itu
dipengaruhi juga oleh faktor fisik seperti suhu, kelembaban tanah, dan pH serta
cahaya atau sinar (untuk insekta malam).
H. Jawaban
Tugas
DAFTAR PUSTAKA
Phan,S.M.2007.Populasi
Organisme Tanah.Online.Tersedia di http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/7777/1/09E00503.pdf.diakses
tanggal 6 Juni 2011
Rahmadi,Cahyo.2003.Keanekaragaman Arthropoda tanah.Online.Tersedia di http://elib.pdii.lipi.go.id/katalog/index.php/searchkatalog/downloadDatabyId/5046/5047.pdf.diakses
tanggal 6 Juni 2011
Team teaching.
2011.Penuntun Praktikum Ekologi. Gorontalo. UNG
Tidak ada komentar:
Posting Komentar